Jurnal Umum : Pengertian, Fungsi, Tahapan dan Contoh Praktis Pembuatannya

By | 2019-04-09T20:20:07+07:00 April 2nd, 2019|Categories: Akuntansi|Tags: , , , , |0 Comments

Bagi seorang akuntan jurnal umum pasti sudah tidak asing lagi didengar. Hal ini dikarenakan jurnal merupakan salah satu materi di bidang akuntansi yang cukup sering digunakan dalam aktivitas pencatatan keuangan sebuah perusahaan.

Sebelum membahas lebih jauh tentang jurnal umum, ada baiknya kita pahami terlebih dahulu pengetahuan dasar tentang jurnal umum. Sebagaimana kita tahu bahwa Jurnal umum adalah tempat untuk mencatat semua transaksi keuangan perusahaan pada periode waktu tertentu secara sistematis. Untuk membuat jurnal umum, Anda harus memahami saldo normal masing-masing akun.

Pengertian Jurnal Umum

Apakah yang dimaksud dengan jurnal umum (general ledger)? Pengertian Jurnal Umum adalah sebuah jurnal yang digunakan untuk mencatat semua jenis bukti transaksi keuangan yang muncul dari setiap transaksi keuangan suatu perusahaan dalam periode tertentu.

Secara terminologi kata jurnal berasal dari bahasa Perancis, yaitu Jour yang artinya hari. Jurnal umum ini biasa digunakan untuk mencatat setiap aktivitas transaksi keuangan secara kronologis disesuaikan tanggal dengan mencantumkan nama transaksi, kelompok akun, dan nominalnya pada kolom debit/ kredit.

Jadi, pengertian sederhana yang mudah dipahami tentang jurnal umum secara singkat adalah sebuah jurnal yang dipakai untuk mencatat semua transaksi keuangan yang terjadi dalam periode tertentu.

Tujuan Jurnal Umum

Setelah kita membahas definisinya, tentunya kita juga harus mengerti apa tujuan dibuatnya jurnal tersebut. Dengan adanya general ledger, maka kita dapat melakukan identifikasi hal-hal yang berhubungan dengan transaksi keuangan, diantaranya:

  • Identifikasi atas setiap jenis transaksi yang terjadi
  • Melakukan penilaian terhadap setiap jenis transaksi
  • Pencatatan dampak ekonomi dari semua transaksi dalam sebuah perusahaan

Selain itu, membuat general ledger juga bertujuan agar mempermudah proses pemindahan dampak setiap transaksi yang terjadi ke dalam sebuah akun sesuai dengan transaksi tersebut.

Fungsi 

Pada umumnya, general ledger memiliki 5 fungsi utama bagi sebuah perusahaan, khususnya perusahaan jasa. Berikut ini penjelasannya:

  • Fungsi Historis

Fungsi pertama general ledger adalah  untuk mencatat semua transaksi yang telah terjadi berdasarkan tanggal transaksi. Dalam hal ini jurnal umum memberikan gambaran aktivitas tertentu suatu perusahaan setiap hari secara berurutan dan terus-menurus. Dengan kata lain, general ledger dapat disebut juga memiliki fungsi historis karena dilakukaan secara kronologis dan sistematis.

  • Fungsi Pencatatan

Setiap transaksi yang terjadi di perusahaan dicatat dalam jurnal umum. Dengan begitu, maka perubahan modal, biaya, kekayaan, dan pendapatan, harus dicatat dahulu di dalam general ledger agar pembuatan laporan keuangan perusahaan dapat dilakukan secara baik dan maksimal.

  • Fungsi Analisis

Setiap pencatatan transaksi yang dilakukan dalam jurnal umum adalah hasil analisis transaksi berupa kredit dan debit yang terpengaruh. Proses analisis ini termasuk di dalamnya adalah penggolongan nama akun, pencatatan kredit atau debit, serta jumlah/ besar transaksi.

  • Fungsi Instruksi

Jurnal umum mempunyai fungsi perintah dalam proses memasukkan data ke sebuah buku besar. Proses pencatatan dalam general ledger tidak hanya sebatas dokumen transaksi, namun bersifat perintah atau petunjuk kredit atau debit.

  • Fungsi Informatif

Di dalam general ledger terdapat informasi dan penjelasan tentang bukti pencatatan setiap transaksi yang terjadi pada perusahaan. Hal ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil kebijakan dalam sebuah perusahaan.

Manfaat 

Selain berbagai  fungsi, ada juga beberapa manfaat jurnal yang bisa didapatkan oleh suatu perusahaan, diantaranya:

  • Agar mendapatkan informasi tentang situasi akan terjadinya pertambahan atau pengurangan suatu perkiraan.
  • Supaya mengetahui gambaran jumlah yang akan dicatat pada satu atau lebih perkiraan.
  • Untuk mengetahui secara jelas keseimbangan jumlah yang di debet atau di kredit.
  • Mengetahui gambaran jumlah yang sudah diposting ke perkiraan yang tepat pada buku besar sesuai perkiraannya dengan membuat tanda (referensi).

Setelah kita mengetahui pengetahuan dasar tentang jurnal umum, kemudian langkah selanjutnya tentunya adalah membuat jurnal tersebut. Berikut ini adalah bagaimana tahapan yang harus Anda lakukan untuk membuat jurnal umum.

Tahapan Membuat Jurnal Umum

jurnal akuntansi

Berikut ini tahapan dan langkah-langkah yang dapat Anda coba untuk membuat jurnal umum:

  • Pahami Persamaan Akuntansi

Langkah pertama yang harus dilakukan untuk membuat jurnal adalah dengan memahami persamaan dasar akuntansi. Berikut ini simulasinya agar lebih mudah dipahami.

Aset = Hutang + Modal

Kemudian kita dapat perluas menjadi

Aset = Hutang + Modal + (Pendapatan – Beban)

Pemahaman persamaan dasar akuntansi diatas juga berkaitan erat dengan kelompok-kelompok akun yang masuk didalamnya. Misalnya piutang usaha dimasukkan ke kelompok aset, persediaan juga masuk dalam aset dan seterusnya. Selain persamaan akuntansi dan kelompok akun lainnya, Anda juga harus memahami saldo normal dari setiap  akun. Dengan begitu saat menjumpai  sebuah transaksi, nantinya secara otomatis Anda dapat langsung mengelompokkan.

  • Kumpulkan Bukti Transaksi

Jika langkah pertama merupakan pengetahuan, maka langkah kedua ini merupakan praktik langsung. Agar dapat menuliskan transaksi pada jurnal maka Anda wajib memiliki bukti transaksi. Bukti transaksi merupakan dasar yang sangat penting untuk pencatatan sebuah transaksi di sebuah jurnal, karena dengan tidak adanya bukti transaksi tidak boleh dicatat pada jurnal. Oleh karena itu, pastikan bahwa Anda pasti memiliki bukti transaksi yang akan dicatat dalam jurnal umum. Adapun bukti transaksi bisa berupa nota, faktur, kuitansi, invoice dan lain sebagainya.

  • Identifikasi Transaksi

Langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi transaksi. Tidak semua transaksi dapat dicatat, transaksi yang harus dicatat adalah transaksi yang mengakibatkan perubahan posisi keuangan dan dapat dinilai dengan satuan moneter. Oleh karena itu, Anda harus melakukan identifikasi transaksi sebelum melakukan pencatatan sehingga hasil pencatatan hasilnya benar.

  • Pencatatan 

Langkah terakhir adalah proses pencatatan dalam sebuah jurnal. Proses pencatatan transaksi kedalam jurnal ini biasa disebut dengan penjurnalan. Sistem pencatatan yang digunakan yaitu dengan double-entry system, maksudnya setiap transaksi yang dicatat akan berdampak pada dua posisi keuangan debit dan kredit dalam jumlah yang sama.

Contoh Pembuatan Jurnal Umum

Agar dapat dipahami dengan mudah, maka berikut ini kami sajikan ilustrasi sederhana soal pembuatan contoh sebuah jurnal.

  • Tanggal 7 Maret 2019 Ibu Dini menginvestasikan uangnya pada perusahaannya PT. Dini Sejahtera sebesar Rp.2.000.000.000
  • Tanggal 10 Maret 2019, digunakan untuk bayar sewa kantor selama 1 Tahun sebesar Rp. 80.000.000
  • Tanggal 13 Maret 2019 membeli peralatan dan perlengkapan kantor yang masing-masing sebesar Rp. 18.000.000 dan Rp. 12.000.000
  • Tanggal 21 Maret 2019 menerima pendapatan dari penjualan tunai sebesar Rp. 30.000.000
  • Tanggal 25 Maret 2019 membayar gaji karyawan untuk bulan januari sebesar Rp. 50.000.000

Analisis atau identifikasi transaksi

  • Setoran modal membuat harta perusahaan bertambah dalam bentuk kas Rp.2.000.000.000 (debit). Modal Bu Rini bertambah Rp.2.000.000.000 pada sisi kredit.
  • Harta perusahaan berupa kas berkurang Rp.80.000.000 (kredit) untuk membayar sewa. Namun, perusahaan juga memiliki aset berupa sewa dibayar dimuka sebesar Rp.80.000.000 (debit).
  • Aset perusahaan berupa peralatan bertambah Rp.18.000.000 dan berupa perlengkapan sebesar Rp.12.000.000. Tetapi aset berupa kas perusahaan berkurang sebesar Rp30.000.000.
  • Pendapatan dari penjualan membuat pendapatan bertambah pada sisi kredit sebesar Rp.30.000.000. Aset perusahaan berupa kas bertambah Rp.30.000.000 (debit).
  • Beban gaji bertambah Rp.50.000.000 (debit). Aset perusahaan berupa kas berkurang sebesar Rp.50.000.000 (kredit).

PT. DINI SEJAHTERA

JURNAL UMUM

PERIODE 31 MARET 2019

general ledger

 

Demikian beberapa penjelasan singkat perihal jurnal umum dan tahapan pembuatannya. Jika Anda masih merasa kesulitan atau mengalami kendala teknis dalam membuat jurnal secara manual. Anda dapat memanfaatkan Accurate Online sebagai software akuntansi online untuk sebagai solusinya.

Dengan Accurate Online, Anda hanya perlu memasukkan atau menginput setiap transaksi ke dalam sistem, dan Accurate Online akan membantu Anda mengelola transaksi tersebut menjadi laporan keuangan, mulai dari Jurnal Umum, Arus Kas, Laba Rugi, dan masih banyak lagi. Segera daftarkan sekarang perusahaan Anda di Accurate Online dan dapatkan free trial selama 30 hari.

Leave A Comment

Chat Via WhatsApp